Siapkan Lulusan Nakes Terbaik
Potret - 94 view


Lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta III langsung direkrut sebagai tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit besar di Jakarta.

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta III merupakan kampus unggulan yang mengedepankan mutu. Tak heran, 10 besar lulusan Poltekkes Kemenkes ini langsung direkrut sebagai tenaga kesehatan (nakes) di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan tanpa melalui tes akademik. 

Poltekkes Kemenkes Jakarta III memiliki keunggulan lulusan di bidang Pendidikan Keperawatan, dalam Gerontic Nursing (Keperawatan lansia), Pendidikan Kebidanan dalam Asuhan Kebidanan responsif Gender, Pendidikan Fisioterapi dalam Fisioterapi Neuroscience, Pendidikan Teknologi Laboratorium Medis dalam Biomolekuler.

“Untuk mutu lulusan dengan menyiapkan mahasiswa untuk dapat lulus uji kompetensi yang dilaksanakan secara nasional sesuai dengan Permendikbud  Nomor 2 tahun 2020,” kata Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Yupi Supartini, S.Kp, M.Sc kepada Mediakom pada 17 Juni 2021.

Poltekkes Kemenkes Jakarta III sangat aktif dalam pemberdayaan dan produktifitas karya seperti mengembangkan produk alat bantu berjalan untuk lansia (tongkat pansia), minuman  probiotik yoghurt sebagai suplemen makanan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, prontil stander (alat multi fungsi untuk melatih kemampuan berdiri dalam posisi telentang dan tengkurap secara vertical) dan aplikasi legalisir dokumen akademik menggunakan digital signature.

Pengembangan probiotik yoghurt ini tidak hanya memfasilitasi mahasiswa tapi juga para tenaga pengajarnya. Tenaga pengajar didorong untuk terus berinovasi. Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Retno Martini Widhyasih, S.Si, M.Biomed mengatakan yoghurt probiotik produksi Poltekkes Kemenkes Jakarta III ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen secara in vitro.  Kemampuan ini dikarenakan bakteri probiotik menghasilkan metabolit asam laktat, hidrogen peroksida, maupun bakteriosin yang bersifat bakteriostatik. Bakteri probiotik efektif untuk pemeliharaan usus dan sistem kekebalan mukosa, baik di usus dan organ lainnya. Bila mengkonsumsi probiotik dalam jangka waktu lama tidak mempunyai efek samping.

“Bakteri yang digunakan pada pembuatan yoghurt adalah bakteri penghasil asam laktat seperti Lactobacilli, Bifidobacteria dan Streptococcus thermophilus. Kehadiran aktivitas mikroba dalam produk menjadikannya berkarakteristik gizi,” ujar Retno.

Probiotik olahan yoghurt ini telah dikembangkan seperti es mambo, yoghurt jelly drink pelangi, es krim yoghurt. Produk tersebut dapat diperoleh di koperasi Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Produk probiotik yoghurt juga telah dimajukan sebagai kinerja prestatif unggulan pada Kompetisi Dosen Berprestasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan tingkat Nasional dan memperoleh juara Harapan II pada tahun 2020. 

Mutu Pembelajaran Saat Pandemi

Masa pandemi COVID-19 ini memang membuat seluruh perguruan tinggi harus menggunakan fasilitas jaringan internet dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswanya. Tidak kecuali Poltekkes Kemenkes Jakarta III ini juga menjadikan momentum pandemi COVID-19 sebagai peningkatan mutu pembelajaran khususnya daring. Pengembangan  modul pembelajaran interaktif diterapkan kepada semua jurusan yang ada. Selain itu juga mengembangkan model evaluasi online, pengembangan Sistem Pembelajaran Virtual atau Virtual Learning Centre (VILC) disamping menggunakan Virtual Learning Poltekkes Kemenkes (VILEP) serta modul untuk Video Conference.

Ooltekkes Kemenkes Jakarta III menerapkan penjaminan mutu pendidikan tinggi baik menyangkut pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga menerapkan standar nasional perguruan tinggi (SNPT), serta kepatuhan menerapkan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi (SPMPT) yang menggambarkan  penjaminan mutu internal (SPMI) dan pelaksanaan akreditasi program studi. 

Student Exchange

Poltekkes Kemenkes Jakarta III memfasilitasi student exchange mahasiswa dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. 4 Mahasiswa terpilih dari total 13 mahasiswa yang mengikuti student exchange dan dikirim ke luar negeri.

“Untuk student exchange ke luar negeri kami bersama perguruan tinggi lain telah menyelenggarakan selama 10 hari, pada 2-13 Desember 2019 ke Burapha University Thailand,” ujar Yupi.

Robby Daniel Fahreza dari Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III yang ikut dalam student exchange ini menjelaskan bahwa program student exchange banyak manfaatnya bagi mahasiswa, terutama membangun relasi antar mahasiswa baik dengan sesama mahasiswa Indonesia juga dengan mahasiswa Thailand.

“Mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Thailand sebenarnya mempunyai kemampuan Bahasa Inggris yang hampir sama, ibarat angka 11-12. Sehingga sangat mudah dan senang untuk berkomunikasi, karena mereka juga tidak begitu menguasai Bahasa Inggris,” ujar Robby.

Roby mengungkapkan pemilihan mahasiswa yang mengikuti program student exchange harus memenuhi unsur prestasi belajar yang dapat dilihat dari Indeks Prestasi Kumulatif. Kemudian kemampuan bahasa Inggris melalui nilai Test of English as a Foreign Language-nya serta keaktifan berorganisasi kampus.

“Saat seleksi, waktu itu saya sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisioterapi dengan nilai IPK 3,6 dan nilai TOEFL Bahasa Inggisnya 515,” tegasnya.

Penulis: Prawito

 


Index ePaper Download PDF ePaper