SPJ Telor Beras Magelang, Gerakan Molar Bebas Jentik
Daerah - 197 view


Kota Magelang berubaya menekan angka kejadian DBD. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya sebuah gerakan moral yang mengajak partisipasi masyakat untuk aktif bersama mengusir DBD.

Kota Magelang khususnya wilayah Kecamatan Magelang Utara merupakan kota endemis demam berdarah dengue (DBD). Sehingga, menurut Kepala Puskesmas Magelang Utara, dr. Istikomah, setiap tahun Magelang Utara memiliki Incidence Rate (IR) DBD yang cukup tinggi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dr. Isti menggerakkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan program satu rumah satu Jumantik. Program ini memberi dampak yang positif bagi pengendalian DBD di Magelang Utara. Namun, masih ada satu pekerjaan rumah lainnya, yaitu, angka bebas jentik di wilayah tersebut belum mencapai target. Oleh karena itu, dr. Isti membuat suatu gerakan lain yang disebut dengan Sayembara Patroli Jentik Terciduk-Laporkan-Berantas Sampai Tuntas!! Sarang Nyamuk atau biasa disingkat dengan SPJ Telor Beras.

“Angka bebas jentiknya belum mencapai target. Sudah ada Jumantik, sudah ada Satu Rumah Satu Jumantik, tapi apalagi ya inovasinya? Oh, berarti mungkin ada perlu suatu gerakan lain, gerakan moral sih sebetulnya,” kata dr. Isti saat ditemui oleh Mediakom beberapa waktu lalu.

Program yang mulai bergulir pada tahun 2018 ini, diharapkan dapat memecahkan masalah yang ada yaitu dengan mengubah perilaku masyarakat untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan memperbaiki lingkungan sanitasi yang memungkinkan vektor berkembang biak.

Mengandalkan peran masyarakat

Dalam pelaksanaannya, SPJ Telor beras mengandalkan peran masyarakat. Karena menurut dr. Isti, siapa saja yang menemukan jentik nyamuk bisa melapor ke Puskesmas Magelang Utara. “Sayembara Patroli Jentik itu siapapun yang menemukan sarang-sarang nyamuk, misalnya di sekolah, di kantor, di terminal, tempat-tempat umum atau mungkin kok tetangganya kurang aware terus ada yang mau lapor bisa ke puskesmas,” terangnya.

Sebagai apresiasi, dr. Isti mengatakan, masyarakat yang melapor dan hasilnya positif ada jentik akan mendapat reward berupa suvenir dari Puskesmas Magelang Utara.

Memanfaatkan media sosial dan kampanye

Selain melibatkan peran masyarakat, Program SPJ Telor Beras juga memanfaatkan kemajuan teknologi. Masyarakat yang menemukan sarang nyamuk bisa melapor ke Puskesmas Magelang Utara melalui form googledoc pada link https://bit.ly/TelurBeras atau Short Message Service (SMS) dengan format #TelorBeras (spasi) isi laporan ke nomor 085866668200.

  1. Isti mengaku dalam pelaksanaannya SPJ Telor Beras masih memiliki kendala, yaitu turunnya peran serta masyarakat apabila program ini tidak rutin dikampanyekan. “Nanti kalau kita nggak sering kampanye angka partisipasinya turun. Jadi tetep di-push, di forum-forum jangan lupa kalau memang susah, jumantiknya mentok, lapor,” katanya.

Selain  rutin melakukan kampanye dan sosialisasi, dr. Isti mengatasi kendala dengan melakukan pendekatan dengan lintas sektor dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dilansir dari website Puskesmas Magelang Utara, ada beberapa tahapan kegiatan SPJ Telor Beras yaitu, pertama, masyarakat yang menemukan jentik di wilayah kerja Puskesmas Magelang Utara dapat melaporkan ke Puskesmas Magelang Utara melalui https://bit.ly/TelurBeras atau SMS dengan disertai foto jentik, lokasi jentik ditemukan.

Kemudian, yang kedua, Petugas Puskesmas yang menerima tautan (link) tersebut mencatat identitas pelapor, lokasi ditemukannya jentik selanjutnya menyampaikan pada Penanggung Jawab SPJ Telor Beras.

Ketiga, Penanggung jawab SPJ Telor Beras selanjutnya menunjuk pelaksana (tim SPJ Telor Beras) untuk melakukan kunjungan ke lokasi ditemukannya jentik yang dilaporkan oleh pelapor (sebelumnya berkoordinasi dengan pelapor dan kader atau tokoh masyarakat setempat untuk mendampingi) dengan sarana berupa lampu senter, stiker, form hasil pemeriksaan.

Keempat, petugas akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan lampu senter, dan mencatat hasil pemeriksaan pada buku pencatatan. Apabila dari hasil pemeriksan ditemukan jentik, petugas memasang stiker “Awas ada nyamuk” atau dengan surat peringatan, dan memberikan himbauan agar dilakukan PSN. Apabila tidak ditemukan jentik, petugas memasang stiker “Lingkungan dan Rumahku Bebas Nyamuk”.

Tidak berhenti sampai disitu, pada tahap kelima, petugas akan menjadwalkan pemantauan ulang ke lokasi tersebut untuk memastikan di lokasi tersebut sudah bebas jentik.

Selanjutnya, pada tahap akhir, puskesmas akan memberikan reward berupa suvenir dan ucapan terima kasih kepada pelapor yang hasilnya positif ada jentik.

BOKS

Indikator Keberhasilan SPJ Telor Beras

Indikator keberhasilan program ini antara lain, (1) Angka Partisipasi; (2) Angka Rumah/bangunan bebas jentik (ABJ); (3) Hasil kunjungan dari positif menjadi negative dan (4) Angka Insiden DBD.

Namun, pada program ini, dr. Isti mengungkapkan ABJ merupakan parameter utama keberhasilan SPJ Telor Beras. “Yang penting angka bebas jentiknya naik dulu, nanti kan IR-nya akan ikut (menurun),” ujarnya.

Menurut dr. Isti, dengan adanya program SPJ Telor Beras, ABJ di wilayah Magelang Utara berangsur-angsur mencapai target. Hal ini juga diikuti dengan turunnya Incidence Rate DBD. Pada tahun 2018, ABJ di Magelang Utara tercatat sebanyak 91.34% sedangkan di tahun 2019 ABJ Magelang Utara mencapai 92.3%. Begitu juga dengan IR DBD di Magelang Utara pada tahun 2018 tercatat sebanyak 59.11% atau 19 kasus, kemudian pada tahun 2019 menurun menjadi  38.39% atau 15 kasus.

 

Penulis             : Faradina Ayu

Editor              : Prima Restri