Upaya Poltekkes Bandung Cetak Lulusan Berkualitas
Potret - 140 view


Penulis: Prawito

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung (Poltekkes Bandung) adalah salah satu institusi pendidikan tinggi kesehatan negeri. Poltekkes Bandung merupakan Unit Pelayanan Teknis di bawah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Awalnya, Poltekkes Bandung merupakan penggabungan dari 12  akademi kesehatan di Jawa Barat.  Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor: 298/MENKES-KESSOS/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001, kedua belas akademi kesehatan tadi menjadi Politeknik Kesehatan Depkes Bandung.

Selanjutnya, operasional secara resmi pendidikan tinggi Politeknik Kesehatan Depkes Bandung, tanggal 4 Maret 2002 bersamaan dengan pelantikan Direktur Poltekkes Bandung drg. Sri Artini, M.Pd, melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI, tanggal 27 Februari 2002.

Kemudian, seiring dengan perubahan nama kelembagaan dari Departemen Kesehatan menjadi Kementerian Kesehatan, melalui surat Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI Nomor TU 05.02/II/II/1535/2010, tanggal 18 Februari 2010 tentang Perubahan Nomenklatur Departemen Kesehatan RI menjadi Kementerian Kesehatan RI, maka nama Poltekkes Bandung pun mengalami perubahan menjadi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung.

Poltekkes Bandung menyebut dirinya unggul, setidaknya ada 3 kriteria yang menyebabkan unggul. Pertama, hasil akreditasi 11 program studi bernilai A. Kedua, uji kompetensi SDM mencapai angka 100 persen. Ketiga, lebih 70 persen lulusan mendapat pekerjaan setelah 6 bulan dari kelulusannya. 

“Dari hasil survei kami kepada mahasiswa Poltekkes Bandung yang telah lulus, kemudian penelusuran secara on-line dan manual kepada lulusan, kami mendapat angka lebih 70 persen lulusan sudah bekerja,” terang Direktur Poltekkes Bandung, DR. Ir. H. Osman Syarief, MKM.

Kredibilitas

Menurut Osman, saat ini Poltekkes Bandung mendidik 3.600 mahasiswa. Rata-rata menerima mahasiswa baru setiap tahun 1.500 mahasiswa untuk 8 jurusan dan 20 program studi. Sekalipun demikian, Poltekkes Bandung seharusnya mendidik 4.000 mahasiswa untuk mencapai 30 persen anggaran yang digunakan untuk operasional proses belajar mengajar (PBM).

Ada 2 jalur penerimaan mahasiswa baru, yaitu jalur minat dan prestasi dengan jumlah pendaftar kurang lebih 6.000 mahasiswa dan jalur seleksi uji tulis pendaftarnya juga kurang lebih 6.000 mahasiswa. Jumlah yang diterima dari jalur pertama antara 30-40 persen dan jalur kedua yang diterima kurang dari 50 persen. Sedangkan, sisanya dipenuhi dari seleksi mandiri.

Guna meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru menjadi total 4.000 mahasiswa, Poltekkes Bandung akan membuka 6 program studi baru, yakni Teknik elektromedik, Rekamedik, Anafarma, Teknologi Bandara, Refraksi Optik, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3).

Osman juga mengatakan untuk mencetak lulusan yang unggul, Poltekkes Kemenkes menerapkan pengelolaan institusi dengan memilih tenaga pengajar yang terbaik dan berprestasi. Saat ini, terdapat 20 tenaga pengajar bergelar doktor dan sisanya minimal S2 atau sederajat.

Sekalipun demikian, menurut Osman, Poltekkes Bandung tak hanya mengejar jumlah kuota penerimaan mahasiswa baru, tapi juga memberi penguatan pada penjaminan mutu. Terkait dengan pejaminan mutu ini, Osman menerapkan 3 lapis jaminan mutu, yaitu internal melalui asesor internal, akreditasi, dan penerapan ISO 9001 tahun 2015. Poltekkes Bandung mempunyai 20 asesor yang tergabung dalam Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes).

“Keberadaan 20 asesor LAMPTKes yang bertugas di Poltekkes Bandung ini sangat menguntungkan. Kami meminta semua asesor membantu mempersiapkan segala proses dan dokumen sebagai bukti fisik sebelum di akreditasi oleh pihak eksternal LAMPTKes,” jelas Osman.

Selain itu, untuk mempermudah akses mahasiswa dalam urusan adminitrasi maupun perkuliahan, semua dapat dilakukan dengan bantuan teknologi informasi secara on-line. Sehingga tidak ada kendala jarak antara kampus yang berada di Kota Bandung, Cimahi, Bogor, dan Karawang.

Sebagai bukti akan mutu produk yang dihasilkan Poltekkes Bandung, Osman menjelaskan bahwa sebelum mahasiswa lulus sudah ada pihak pengguna yang merekrut lulusannya. Terutama program studi Analis, Farmasi dan Keperawatan Bandung.

“Di antara yang mengantri lulusan poltekkes Bandung, yakni Rumah Sakit Pondok Indah,” ungkap Osman.

 


Index ePaper Download PDF ePaper