Wabah Covid-19 sebagai Bencana Nasional, Pemerintah Tambah Fasilitas
Newsflash - 143 view


Pemerintah Indonesia telah menetapkan wabah corona virus atau Covid-19 sebagai bencana nasional sebagaimana diumumkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen (Purn) Doni Monardo, di Kantor BNPB, Jakarta, pada Sabtu 14 Maret 2020. 

Selain menunjuk Doni sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pemerintah juga mengambil langkah penambahan fasilitas kesehatan untuk menangani wabah yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, China. Pertama adalah jumlah rumah sakit rujukan yang sekarang jumlahnya mencapai 359 rumah sakit.

“Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden bahwa 109 rumah sakit milik TNI, 53 RS Polri, dan 65 RS BUMN sudah siap untuk melaksanakan perawatan penderita Covid-19,” sebut Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto, sebagaimana dikutip dari rilis Kemenkes.

Untuk mempercepat mengetahui pasien Covid-19, pemerintah juga menambah jumlah laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan. Jika selama ini terpusat di laboratorium Badan Litbangkes Kemenkes, maka sejak penetapan bencana nasional pemerintah juga melibatkan pihak lain yang memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan Covid-19, yakni Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Universitas Airlangga, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Selain menambah jumlah RS Rujukan dan laboratorium untuk memeriksa tes Covid-19, fasilitas tambahan yang diberikan pemerntah adalah menjadikan Wisma Atlet di Kemayoran sebagai RS Darurat untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejalan ringan sedang. “Keberadaan RS Darurat Wisma Atlet ditujukan sebagai barrier awal untuk mengurangi beban RS Rujukan,” jelas Yuri.

Selain fasilitas, pemerintah juga memberikan dukungan tenaga medis tambahan yang terdiri dari unsur TNI/Polri dan juga mahasiswa tingkat akhir. Mereka akan ditugaskan memberikan pelayanan di RS Darurat Wisma Atlet.

“Kami sudah memobilisasi tenaga kesehatan termasuk tenaga kesehatan yang masih mahasiswa. Kami sudah menyiapkan beberapa jenis tenaga kesehatan di antaranya perawat, tenaga farmasi, analis, radiografer, gizi, dan kesling. Jadi, ini terkait penanganan untuk Covid-19 tidak hanya tenaga dokter saja, tetapi juga tim, karena ini mengingat perlu dilakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan,” ujar Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan drg. Diono Susilo, MPH.

Para tenaga kesehatan yang diakomodir oleh Kemenkes ini berjumlah 300 orang dan akan melakukan tugas sejak 23 Maret 2020. Pada pelaksanaannya akan dilakukan sistem shift guna menjaga kesehatan para personel tim medis.

“Kami sudah menyiapkan kurang lebihnya 300 yang akan didayagunakan secara bergantian, hari ini kita akan menyiapkan 100 orang, kemudian hari berikutnya akan bergantian,” tambah Dion.

Pemerintah berharap dengan penambahan fasilitas dan tenaga kesehatan dapat mencegah laju penularan Covid-19. Selain itu, partisipasi masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah diyakini akan berperan besar dalam upayan menangani wabah Covid-19 di masyarakat.

“Paling utama dalam pengelolaan pencegahan dan pengendalian Covid-19 adalah masyarakat menjaga jarak fisik satu sama lain. Sehingga diharapkan kondisi ini dapat mempercepat pemutusan rantai penularan yang ada di masyarakat,” pungkas Yuri.

 

Penulis: Didit Tri Kertapati


Index ePaper Download PDF ePaper