Agustus 2021Media Utama

Penyintas Dari Sleman Hingga Bontang

Orang-orang yang sudah sembuh dari penyakit COVID-19 sudah kembali hidup normal. Beberapa penyintas mengalami sindrom pasca-COVID-19. 

Usman, apoteker di Pusat Kesehatan Masyarakat Gamping 1 di Sleman, Yogyakarta, sempat terpapar COVID-19 di tengah lonjakan kasus di daerahnya pada Mei lalu meskipun dia sudah mendapat vaksin COVID-19. Bapak dua anak ini mengetahui dirinya terinfeksi setelah mengikuti tes untuk melacak kontak erat saat keluarga rekannya ada yang terkena penyakit tersebut. Istri dan kedua anaknya tidak tertular. Dia akhirnya melakukan isolasi mandiri di rumah karena tanpa gejala.

Setelah selesai isolasi, Usman langsung bekerja memberikan pelayanan obat, alat kesehatan, dan vaksinasi massal. Puskesmasnya memang sedang sibuk-sibuknya kala itu. “Saat itu, puskesmas kami bisa melayani 150 pasien untuk tes usap COVID-19 dalam sehari serta pelayanan obat bisa 100-an pasien sehari untuk COVID-19 saja. Kalau sebelum lonjakan belum tentu setiap hari ada permintaan tes usap,” katanya kepada Mediakom pada 27 Agustus lalu.

Kini Usman sudah beraktivitas seperti biasa. Pria 33 tahun itu mengkonsumsi vitamin dan madu, rutin bermain badminton bersama keluarga, serta berpikiran positif dan menjauhi stres untuk menjaga kesehatannya.

Ambar Bagus, tenaga bagian akuntansi dan barang milik negara di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta, juga pernah terinfeksi COVID-19 pada Januari lalu. Pria 33 tahun itu penyintas tanpa gejala. Setelah sembuh dia tidak merasakan sindrom pasca-COVID-19, seperti nyeri dada, batuk, sesak napas, diare, atau mudah lelah hingga saat ini. Pada April lalu, baru dia mendapat vaksin COVID-19 dan kini bahkan sudah menerima vaksin penguat.

Mengkonsumsi buah-buahan serta olahraga jalan kaki menjadi kegiatan rutinnya. Ambar juga sudah enam kali menjadi donor plasma konvalesen. “Saya ingin membantu penderita COVID-19 yang sedang opname,” kata dia kepada Mediakom pada 30 Agustus lalu.

Adapun Sudaryanto, dosen Universitas Udayana, merasakan gejala berupa panas tinggi, flu, badan nyeri, dan hilang indera pengecap saat terinfeksi COVID-19 pada Maret lalu.  Penduduk Canggu, Bali ini menjalani isolasi mandiri di rumah selama dua pekan dan kini sudah beraktivitas normal kembali.

Mengkonsumsi vitamin, makan makanan bergizi dengan sedikit nasi, olahraga ringan serta berjemur di pantai yang berjarak sekitar tiga kilometer dari tempat tinggalnya menjadi rutinitas Sudaryanto untuk menjaga kebugaran. Dia kini sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap. “Baik yang sudah divaksin maupun belum kiranya tetap tertib untuk protokol 5M,” kata pria 64 tahun ini. Protokol kesehatan 5M, yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan, itu adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Mustika Indah, penduduk Bontang, Kalimantan Timur, merasakan gejala ringan saat terpapar COVID-19 pada Februari lalu. Suaminya juga dinyatakan positif COVID-19. Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, terpisah ruang dengan anggota keluarga lain serta menerapkan protokol kesehatan. Dukungan keluarga dan tetangga pada masa itu memberi dampak positif bagi mereka.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button