Oktober 2021Peristiwa

Global Washing Day: Budayakan Kebiasan Baik Cuci Tangan Pakai Sabun

Membudayakan perilaku higienis dalam kehidupan sehari-hari menjadi tonggak baru menghadapi pandemi COVID-19. Karena itu, seluruh komponen bangsa baik individu maupun kelompok untuk bekerja sama dalam menjadikan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai suatu kebiasaan baik. Hal itu menjadi topik utama dalam acara peringatan Global Washing Day atau Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia.

“Masa depan kita ada di tangan kita, mari beraksi bersama agar cuci tangan pakai sabun (CTPS) nyata membawa manfaat bagi semua. CTPS adalah budaya kita,” ujar Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, PhD, secara Daring pada Jumat pagi (15/10).

Peringatan hari CTPS yang digelar setiap tanggal 15 Oktober ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan sebagai faktor kunci pencegahan penyakit, terutama di masa pandemi COVID-19.

Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, menerangkan bahwa pada peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2021 dilaksanakan berupa aksi bersama dengan melakukan cuci tangan pakai sabun. Namun kegiatan ini dilakukan secara daring di 10.000 lokasi. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dan mendapat penghargaan Rekor MURI.

Sementara itu sebelumnya, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. Vensya Sitohang, M.Epid menyatakan mencuci tangan dengan sabun adalah cara termurah dan paling efektif untuk menghentikan penularan COVID-19 dan akan tetap menjadi tindakan pencegahan.

“Salah satu penularan COVID-19 dan penyakit lainnya terjadi karena virus atau bakteri yang menempel pada tangan. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan tersebut,” kata Vensya dalam konferensi pers secara virtual Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Rabu (13/10).

Untuk menghentikan penularan COVID-19 dan mencegah wabah di masa depan, semua orang di manapun harus melakukan praktik CTPS

“Selain COVID-19, CTPS dapat menurunkan penyakit diare hingga 30% dan ISPA hingga 20%. Dua penyakit tersebut merupakan penyebab utama kematian anak Balita di Indonesia”, imbuhnya.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button