Oktober 2021Peristiwa

RS Vertikal Diharapkan Jadi Rujukan di Asia Tenggara

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melantik 7 pejabat eselon II sebagai direksi di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Para direksi ini diharapkan mampu mengembangkan masing-masing rumah sakit tersebut menjadi rujukan di Asia Tenggara sehingga tidak ada lagi warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.

“Saya mempunyai harapan yang tinggi ke rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah. Saya tidak akan bosan mengulangi harapan dan cita-cita saya agar rumah sakit-rumah sakit vertikal benar-benar menjadi rujukan di Asia Tenggara,” kata Budi dikutip dari rilis Kemenkes, saat melantik pejabat eselon II, Senin, 11 Oktober 2021 di Auditorium Siwabessy, Kuningan, Jakarta. 

Menkes mengaku sering mendengar tanggapan masyarakat bahwa dokter-dokter jarang ada di rumah sakit pada waktu memberikan pelayanan, sehingga orang-orang Indonesia lebih senang berobat ke Malaysia atau Thailand karena dokternya lebih perhatian terhadap pasien.

Selain itu, antrean yang panjang dan kualitas perawatan yang kurang bagus menjadi faktor lain sebagian masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri.

“Selama masih banyak orang yang berobat ke luar negeri dan tidak dirawat di rumah sakit vertikal kita, itu menunjukkan bahwa kualitas pelayanan medis maupun pelayanan non medis di rumah sakit vertikal kita belum sesuai dengan harapan saya,” tutur Budi.

Semua rumah sakit vertikal, imbuh Budi, harus bisa menjadi rujukan Asia Tenggara. Karena itu layanan medis dan non medis harus bisa dibuktikan dengan banyaknya hasil-hasil riset dan kerja sama yang dilakukan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button