Isi PiringkuOktober 2021

Uta Kelo: Masakan Sumber Serat Khas Suku Kaili Sulawesi

Jika berkunjung ke daerah Sulawesi Tengah khususnya Kab. Donggala, Kab. Sigi dan Kota Palu jangan ketinggalan untuk mencicipi nikmatnya sajian nusantara uta Kelo. Makanan khas dari Suku Kaili ini dipercaya sebagai sumber serat. 

Hidangan berkuah uto kelo ini berbahan dasar daun kelor. Konon, Suku Kaili yang mata pencahariannya dengan bercocok tanam di sawah dan di ladang kerap mengkonsumsi sayur uta kelo   untuk memulihkan kembali tenaga terkuras selepas bekerja di ladang. 

Sampai dengan saat ini uta kelo mudah ditemukan di  berbagai rumah makan di Kota Palu. Menurut website Indonesiakaya.com, disebutkan bahwa mitos dari Suku Kaili, bagi pendatang yang mencicipi uta kelo, maka akan tumbuh rasa kerinduan terhadap wilayah tinggal suku tersebut. Bahkan akan kembali dan menetap di wilayah mereka tinggal. 

Moringa Oleifera

Tanaman Kelor/kelo yang memiliki nama latin moringa oleifera, merupakan jenis tumbuhan tropis yang tahan dengan dengan cuaca panas maupun kering. Tidak hanya di Indonesia, tanaman kelor ternyata juga banyak tumbuh di daerah Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Filipina. Dilansir dari balitsa.litbang.pertanian.go.id, pohon kelor memiliki ketinggian pohon 7-11 meter. Daun kelor berbentuk bulat seperti telur kecil dengan bersusun majemuk dalam satu tangkai. Bunga  kelor berwarna putih, memiliki aroma semerbak nan lembut dan menenangkan.


Kandungan Gizi Kelor 

Prof. Veni Hadju, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin saat Webinar mengenai Remaja Berprestasi Bebas Anemia Pada Masa Pandemi (25/9) memaparkan kandungan gizi daun kelor yang luar biasa. Daun kelor kaya akan zat besi (25 kali zat besi yang terkandung dalam bayam). Oleh karenanya daun kelor merupakan salah satu pangan lokal yang direkomendasikan untuk dapat selalu dikonsumsi khususnya oleh remaja, ibu hamil untuk mencegah anemia. Tak berhenti disitu, kandungan gizi baik lainnya yaitu vitamin C yang 10 kali lebih banyak yang terkandung dalam anggur merah, vitamin A  yang 10 kali lebih besar dibanding vitamin A pada wortel. 

Veni menambahkan, pada daun kelor terkandung Kalsium, vitamin E, potassium, bahkan senyawa polyphenol yang merupakan salah satu antioksidan kuat. Tidak hanya kaya vitamin, daun kelor merupakan merupakan sumber serat dan protein nabati yang baik, karenrena kandungan proteinnya tidak kalah seperti pada telur maupun yogurht. Asam aminop esensial yang terkandung di dalam daun kelor cukup lengkap.

Daun Kelor sebagai Anti Mikroba dan Anti Kanker

Berbagai penelitian melaporkan terkait efek terapi dari daun kelor, di antaranya anti mikroba, anti kanker. Daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai anti mikroba patogen yang menyebabkan berbagai penyakit infeksi bagi manusia.   Penelitian yang dilakukan Nurun Ziza membuktikan daun kelor ampuh mematikan bakteri E-Coli  (bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan) hingga 96% pada air keruh. Oleh karena itu, daun kelor sangat mendukung  dalam pemanfaatannya sebagai bahan pangan sekaligus penghambat bakteri patogen.

Anti Kanker

Penyakit kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali dalam tubuh kita. Kanker termasuk dalam penyakit yang sulit disembuhkan dan memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Dibutuhkan tumbuhan yang memiliki senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan kanker tetapi tidak mengganggu sel Normal. Ekstrak daun kelor sebagai anti kanker telah terbukti pada kanker pankreas dan kanker paru-paru. Hal tersebut dikarenakan mampu menghambat pertumbuhan semua lini sel kanker pankreas yang diuji secara signifikan. 

Cara Membuat Uta Kelo 

Sepintas hidangan tradisional uta kelo mirip dengan masakan bobor khas Jawa atau gulai dari Sumatera karena kuahnya yang bersantan. Namun, yang membedakannya yaitu jenis sayurnya menggunakan daun kelor dan bumbunya yang minimalis. Jika ingin mencobanya, cara pembuatan uta kelo terbilang mudah dan tidak memakan waktu yang lama. 

Salah satu pemilik akun Cookpad bernama Dewi membagikan cara membuat uta kelo, yaitu: rebus santan dan masukan daun kelor. Jangan lupa tambahkan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit hijau dan garam secukupnya. Diamkan hingga mendidih dan sayur uta kelo siap disantap. Wangi kuah santan yang gurih ditambah sensasi pedas dari cabai sontak membuat nafsu makan tidak terbendung. 

Dengan kandungan gizi kelor, uta kelo merupakan salah satu pilihan jenis olahan sayur yang dapat memenuhi dua pertiga bagian dari setengah isi piring kita. Jangan lupa lengkapi dengan sumber karbohidrat (ubi, nasi, dan lain sebagainya), sumber protein hewani dan nabati (ikan, udang serta kacang2an) dan sumber vitamin mineral lainnya (buah-buahan). 

Komposisi gizi pangan Daun kelor 

(Dihitung per 100 g, dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 %)

Air (Water) : 80.3 g
Energi (Energy) : 61 Kal
Protein (Protein) : 6.1 g
Lemak (Fat) : 0.9 g
Karbohidrat (CHO) : 10.0 g
Serat (Fibre) : 0.9 g
Abu (ASH) : 2.6 g
Kalsium (Ca) : 255 mg
Fosfor (P) : 36 mg
Besi (Fe) : 2.1 mg
Natrium (Na) : 45 mg
Kalium (K) : 181.2 mg
Tembaga (Cu) : 0.10 mg
Seng (Zn) : 0.6 mg

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button